Video Trailer Anime Season 2 dan OVA Food Wars! Shokugeki no Soma Diunggah

Melalui situs resminya, telah diketahui bahwa anime Food Wars! Shokugeki no Soma season 2,

Nana Mizuki akan Tampil di "MTV Unplugged"

Nana Mizuki akan berpartisipasi dalam acara akustik "MTV Unplugged". Penyanyi tersebut akan mengadakan konser akustik

Serial Anime “Orange” Perlihatkan PV Ke-2 yang Menampilkan Theme Songnya

“Orange”, salah satu serial anime musim panas adaptasi manga scifi romance-nya Ichigo Takano

Perilisan Game PS Vita “Oregairu. Zoku” Diundur

Telah diumumkan oleh 5pb. Games bahwa mereka akan mengundurkan perilisan game PlayStation Vita “Yahari Ore no Seishun Love Come wa

Sword Art Online Project Alicization” Dapatkan Adaptasi Manga

Mangaka “Sword Art Online: Phantom Bullet”, Kōtarō Yamada, telah mengumumkan melalui akun Twitternya bahwa ia akan menggambar manga “Sword Art Online Project Alicization” dimulai pada

Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

Wednesday, February 3, 2016

Hubungan One Piece dengan Negara Indonesia

CUMAINFOANIME Pada kesempatan kali ini kami akn memberi info menggenai Hubungan One Piece dengan Negara Indonesia
Ternyata banyak sekali tempat-tempat di dalam cerita One Piece yang masih ada terkait dengan dengan negera tercinta kita ini yaitu negara Indonesia

Berikut ini adalah contoh-contohnhya
  1. Pulau Jaya mungkin terinspirasi dari Irian Jaya dengan emas yang melimpah.
  2. Burung yang ditangkap Luffy di pulau Jaya mirip burung Enggang atau Rangkong dari Kalimantan.
  3. Senjata Usopp, Rafflesia sama dengan bunga Rafflesia Arnoldi, Bengkulu.
  4. Celana God Enel yang sama dengan batik, Pekalongan.
  5. Telinga panjang Enel mirip telinga panjang suku Dayak, Kalimantan.
  6.  Reruntuhan candi ditempat markas bajak laut Buggy (disaat Buggy menerima surat ajakan Pemerintah Dunia untuk bergabung menjadi Shichibukai), mirip dengan candi Borobudur, Magelang.
  7. Markas Duval mirip dengan rumah adat Nias, Sumatera Utara.
  8. Tempat tinggal suku Mink, perpaduan antara rumah adat Minang (Rumah Gadang, Sumatera Barat) dan rumah adat Toraja (Tongkonan, SulawesiSelatan)
  9. Sabaody Archipelago disebut-sebut sebagai hutan Mangrove (bakau) terbesar di dunia One Piece.
  10. Tropical Hotel merupakan hotel yang berada di Pulau Jaya, nama "tropical" sangat identik dengan indonesia. Dan ternyata ada Tropical Hotel di Bali. Konsepnya agak mirip walau tidak bisa dikatakan serupa.
Apakah kalian sependapat?

Tuesday, December 22, 2015

Nanatsu no Taizai, Anime Action dengan Alur Cerita Menarik yang Wajib Fans Anime Tonton!

Nanatsu no Taizai, Meliodas, Elizabeth, Ulasan, Review, Anime, The Seven Deadly Sins, Anime 2014, Anime Terbaik, Rekomendasi Anime,

Hello guys, kalian udah nonton anime yang satu ini belum? Anime Nanatsu Taizai (Tujuh Dosa Maut) ini meruapakan anime yang tayang pada akhir tahun 2014 kemarin. Dari segi keseluruhan, anime ini sepertinya menyuguhkan kita pertarugan dan storyline menarik yang patut untuk kita bahas. Nah buat kalian yang belum atau bahkan nggak tertarik dengan anime yang satu ini, pikir-pikir dulu deh, karena anime ini menruut mimin recommended banget buat kalian yang suka dengan Action Supranatural. Kalau soal genre, anime ini menganut genre Action, Adventure, Ecchi, Fantasy, Shounen, Supernatural.

(Baca Juga: Inilah 21 Pasangan Anime Terbaik Pilihan ...)

#Alur Cerita
Secara luas, Nanatsu no Taizai ini menceritakan tentang pertikaian antara Sei Kishi (Ksatsia Suci) dan kelompok penentang kerajaan yang bernama Nanatsu no Taizai. Nah, usut punya usut, Nanatsu no Taizai sendiri sebelumnya adalah 7 Ksatria yang mengabdikan diri mereka langsung kepada seorang raja. 10 Tahun sebelumnya saat Nanatsu no Taizai masih mengabdikan dirinya kepada sang raja. Nanatsu no Taizai difitnah telah melakukan pembunuhan kepada seorang Ksatria Suci Besar bernama Zaratras. Selain itu, Nanatsu no Taizai juga dituduh ingin menghancurkan kerajaan. Karena itulah, pada akhirnya Nanatsu no Taizai menjadi buronan dan terpencar ke arah yang berbeda-beda.

Nanatsu no Taizai, Meliodas, Elizabeth, Ulasan, Review, Anime, The Seven Deadly Sins, Anime 2014, Anime Terbaik, Rekomendasi Anime,

Nanatsu no Taizai, Meliodas, Elizabeth, Ulasan, Review, Anime, The Seven Deadly Sins, Anime 2014, Anime Terbaik, Rekomendasi Anime,

Kembali ke cerita utama dimana pada 10 tahun kemudian, seorang putri kerajaan bernama Elizabeth kabur dari istana untuk mencari Nanatsu no Taizai. Elizabeth melihat kalau perbuatan Ksatria Suci sudah sangat keterlaluan dan berfikir kalau cerita penghianatan Nanatsu no Taizai dahulu adalah sebuah kebohogan dan fitnah semata. Setelah beberapa hari berpetualang sendirian dengan memakai baju Zirah, Elizabeth pun akhirnya sampai dan pingsan di sebuah kedai yang dijaga oleh seorang pria pendek dan babi yang bisa berbicara (Wtf!). Karena suatu kejadian, Elizabeth pun akhirnya mengetahui kalau pria pendek itu ternyata adalah Meliodas, kapten dari Nanatsu no Taizai. Meliodas sendiri mempunyai ciri-ciri tato naga yang melingkar di lengan kirinya (Drama Banget dah!). Dari sini cerita berlanjut dengan pertualangan Meliodas, Elizabeth, dan Hawk (babi yang bisa bicara tadi) dalam mencari Nanatsu no Taizai yang saling berpencar.

Nanatsu no Taizai, Meliodas, Elizabeth, Ulasan, Review, Anime, The Seven Deadly Sins, Anime 2014, Anime Terbaik, Rekomendasi Anime,

Nanatsu no Taizai, Meliodas, Elizabeth, Ulasan, Review, Anime, The Seven Deadly Sins, Anime 2014, Anime Terbaik, Rekomendasi Anime,

Nah dari storyline ini, jujur mimin akui kalau jalan ceritanya sangat menarik dan recommended banget buat kamu yang suka sama anime actiom comedy. Meskipun ada genre komedinya, tapi pas udah scene berantem, pasti ceritanya jadi seru dan menengangkan banget.

#Watak Karakter

1. Meliodas
Anime, Anime 2014, Anime Terbaik, Elizabeth, Meliodas, Nanatsu no Taizai, Rekomendasi Anime, Review, The Seven Deadly Sins, Ulasan,

Meliodas adalah pimpinan dari Nanatsu no Taizai yang mempunyai julukan yaitu “Naga Dosa Amarah”.  Kekuatan utama meliodas sendiri belum diketahui. Namun yang paling sering ia pakai untuk bertarung adaah tehnik Full Counter atau tehnik membalikan serangan lawan menjadi berlipat ganda. Dalam cerita ini, meliodas bersama dengan Elizabeth dan Hawk berusaha mencari Nanatsu no Taizai yang lain. Dalam segi sifat sendiri, Meliodas seperti sangat tertarik dengan Oppai dan tubuh Elizabeth.

2. Elizabeth
Anime, Anime 2014, Anime Terbaik, Elizabeth, Meliodas, Nanatsu no Taizai, Rekomendasi Anime, Review, The Seven Deadly Sins, Ulasan,

Elizabeth adalah seorang putri kerajaan yang berjuang sendiri untuk mencari Nanatsu no Taizai. Setelah kabur dari kerajaan, Elizabeth beberapa kali dikejar oleh Ksatria Suci atas tuduhan pengianatan.  Hingga pada akhirnya Elizabeth bertemu dan dilindungi oleh Meliodas dan Nanatsu no Taizai lainnya yang satu persatu akan bergabung dalam pertualangan mereka. Untuk sifat sendiri, Elizabeth adalah perempuan yang kuat dan selalu percaya pada Meliodas, meskipun tubuhnya seringkali dijahili oleh tangan Meliodas.

3. Hawk (Babi yang Bisa Ngomong!)
Nanatsu no Taizai, Meliodas, Elizabeth, Ulasan, Review, Anime, The Seven Deadly Sins, Anime 2014, Anime Terbaik, Rekomendasi Anime,

Identitas hawk sendiri masih belum diketahui. Dalam cerita ini, Hawk adalah babi yang bisa bicara dan tugasnya sebagai pemakan makanan sisa yang tidak habis dimakan para pelanggan kedai Meliodas. Untuk sifat sendiri, hawk adalah sosok babi yang pemberani dan setia kawan, sifat Hawk ini seringkali berguna saat Meliodas dan yang lain jatuh oleh serangan musuh. Hawk juga bisa dibilang hewan yang selalu membantu Elizabteh dalam melarikan diri ketika musuh mengincar dirinya.

4. Anggota Nanatsu no Taizai
Nanatsu no Taizai, Meliodas, Elizabeth, Ulasan, Review, Anime, The Seven Deadly Sins, Anime 2014, Anime Terbaik, Rekomendasi Anime,

Sampai cerita ini berlangsung, anggota Nanatsu no Taizai yang telah bergabung dan diketaui identitasnya adalah Diane (Ular Dosa Dengki), Ban (Rubah Dosa Serakah), King (Beruang Grizzli Dosa Malas), Growther (Kambing Dosa Nafsu), dan Merlin (Babi Dosa Rakus) serta masih ada 1 anggota Nanatsu no Taizai yang belum diketahui identitanya, yaitu Escanor (Singa Dosa Sombong).  Para anggota Nanatsu no Taizai ini nantinya akan membantu Meliodas dan Elizabeth dalam menghadapi serangan para ksatria suci yang telah memfitnah mereka.

5. Para Ksatria Suci
Nanatsu no Taizai, Meliodas, Elizabeth, Ulasan, Review, Anime, The Seven Deadly Sins, Anime 2014, Anime Terbaik, Rekomendasi Anime,

Nanatsu no Taizai, Meliodas, Elizabeth, Ulasan, Review, Anime, The Seven Deadly Sins, Anime 2014, Anime Terbaik, Rekomendasi Anime,

Selain Nanatsu no Taizai, ada juga Para Ksatria Suci yang menjadi musuh mereka. Para ksatria suci ini dibagi lagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok generasi pertama (Ksatsia suci yang mendapatkan kekuatan sendiri) dan generasi kedua (Ksatria suci yang mendapatkan kekuatan dari darah iblis). Sedikit spoiler kalau para akhir cerita, para ksatria suci ini nantinya akan mengathui kalau Nanatsu no Taizai bukanlah kelompong penghianat, dan perang besar pun terjadi di sekitar istana raja nantinya.

Selain karakter diatas, ada juga beberapa karakter pendukung yang ikut mengambil peran penting dalam ceirta ini. Misalnya seperti raja, kedua putri raja (kakak Elizabeth), dan para peri yang peran cukup penting untuk membawah cerita ini sampai ke klimaks atau akhir.

(Baca Juga: Inilah 18 Husbando Paling "BERUNTUNG" Pilihan Otaku Indonesia!)

#Gambar dan Animasi
Nanatsu no Taizai, Meliodas, Elizabeth, Ulasan, Review, Anime, The Seven Deadly Sins, Anime 2014, Anime Terbaik, Rekomendasi Anime,

Nanatsu no Taizai, Meliodas, Elizabeth, Ulasan, Review, Anime, The Seven Deadly Sins, Anime 2014, Anime Terbaik, Rekomendasi Anime,

Kalau dari segi animasi, Nanatsu no Taizai sepertinya tetap menjaga originalitas dari gambar manganya. Sebelumnya kita tahu kalau Nanatsu no Taizai sendiri adalah manga yang dibuat oleh Suzuki dan Nakaba pada tahun 2012. Kalau sekilas melihat anime in, kita bakalan teringat dengan artnya Dragon Ball. Namun meskipun begitu, animasi gerakannya dari Nanatsu no Taizai sepertinya sangat memanjakan mata kita, apalagi untuk pencinta anime action yang abis-abisan (gimana nggak, satu serangan bisa ngancurin bukit dan bebatuan besar). Nah, buat kalian yang tertari dengan anime seperti Swort Art Online atau Dragon Ball, sepertinya anime ini cocok banget buat kalian.

#Akhir Cerita (Warning! Spoiler Inside)
Nanatsu no Taizai, Meliodas, Elizabeth, Ulasan, Review, Anime, The Seven Deadly Sins, Anime 2014, Anime Terbaik, Rekomendasi Anime,

Pada akhir cerita, Nanatsu no Taizai bersama para ksatria yang sadar akhirnya berbalik menyerang Hendricsen, yang merupakan pelaku utama dibalik pencemaran nama baik Nanatsu no Taizai dan Penyerangan Raja. Hendricsen yang sempat meminum darah dari iblis abu-abu akhrinya menjadi begitu kuat dan tak tertandingi, bahkan oleh Meliodas sekalipun. Mendekati Ending, Akhrinya diketahui juga identitas sebenarnya dari Elizabeth yang mampu menyembuhkan orang-orang disekitarnya. Meskipun kisah peperangan antara Nanatsu no Taizai dan Para Ksatria Suci telah berakhir. Namun, secara keseluruhan anime ini masih menyisakan banyak sekali pertanyaan. Seperti dimana Nanatsu no Taizai yang lain yaitu, Singa Dosa Sombong dan Apa rahasia kekuatan meliodas. Semua pertanyaan ini nantinya pasti akan dibahas pada Season 2 yang dikabarkan akan tayang tahun 2016 mendatang.

Nah, dari review diatas, anime ini benar-benar cocok buat kalian dan rekomendasi banget untuk pencinta anime Action yang dibaluti sedikit comedy ringan yang menghibur. Sebagai warning, trailer anime ini sebenarnya kurang memuaskan, Karena itu, kalau ingin melihat apakah anime ini keren atau nggak, kalian harus melihat episode pertamanya terlebih dahulu. Nah, masih ragu buat nonton nanatsu no taizai?

Nanatsu no Taizai, Meliodas, Elizabeth, Ulasan, Review, Anime, The Seven Deadly Sins, Anime 2014, Anime Terbaik, Rekomendasi Anime,

Terimakasih telah mampir, Guys! Jangan lupa like Fanspage Binder Cerita disini ya guys, supaya kiriman kami bisa terus update di Beranda Facebook kamu, Doumo Arigato Gozaimasu!!!

Sunday, October 25, 2015

Review Hamatora The Animation

Review :

Hamatora adalah proyek mixed media, berawal dari manga yang ditulis oleh Yukino Kitajima dengan ilustrasi buatan Yuuki Kodama dan diterbitkan sejak November 2013, adaptasi animenya merupakan sekuel dari cerita manganya dan diproduksi oleh studio NAZ, studio yang turut terlibat dalam produksi Danganronpa The Animation. Animenya disutradarai oleh Seiji Kishi sebagai chief director dan Hiroshi Kimura sebagai director. Seiji Kishi adalah sutradara dari Angel Beats!, Arpeggio of Blue Steel, dan Persona 4: The Animation, sedangkan Hiroshi Kimura sendiri biasanya bertindak sebagai episode director untuk beberapa episode dalam Naruto Shippuuden, Fairy Tail, dan beberapa judul anime lainnya. Hamatora juga akan dikembangkan ke game Nintendo 3DS dengan judul Hamatora: Look at Smoking World, dan dijadwalkan untuk dirilis pada 17 Juli 2014. 


*Story
Ada orang-orang yang dilahirkan dengan kekuatan khusus yang disebut "Minimum", dan mereka disebut Minimum Holder. Nice dan Murasaki adalah Minimum Holder yang berasal dari Facultas Academy, sekolah khusus yang mencari dan mengembangkan kemampuan para Minimum Holder sejak mereka masih kecil. Nice dan Murasaki membentuk duo detektif privat bernama Hamatora yang menyelesaikan kasus-kasus berdasarkan permintaan klien, dan seringkali kasus-kasus yang harus mereka selesaikan juga berhubungan dengan para Minimum Holder. Dari berbagai kasus yang mereka tangani, perlahan terungkap bahwa setiap kasus tersebut saling berhubungan, dan semuanya ternyata hanya merupakan bagian dari skenario besar untuk merubah dunia yang didalangi oleh kenalan lama mereka, atau mungkin juga terhubung dengan orang yang sangat dekat dengan mereka..?

Seperti yang gw tulis di artikel First Look on Winter Season 2014 lalu, awalnya gw merasa cukup menikmati Hamatora yang terasa seperti Code: Breaker yang dibawakan dengan gaya K Project (meskipun semakin ke belakang konsepnya terasa jadi lebih mirip Psycho Pass), dan gw sebenarnya berharap banyak dari Hamatora, tapi seiring berjalannya cerita, gw jadi agak kecewa. Hamatora sebenarnya memiliki potensi yang besar dari cerita yang diangkat dan pesan yang berusaha disampaikannya mengenai keadilan, kesetaraan sosial, nilai, dan sifat-sifat dasar manusia. Bahwa seringkali manusia mencari kekuatan hanya untuk mendapatkan pengakuan di masyarakat dan melarikan diri dari kelemahan mereka, serta betapa manusia seringkali begitu mudah menghakimi kesalahan atau kekurangan sesamanya tanpa menyadari dan mengakui kelemahan mereka sendiri.

Hamatora juga memiliki plot twist menarik yang berhasil membuat penonton terkejut dan semakin penasaran mengenai siapa dalang sebenarnya. Selain itu, seperti yang dilakukan anime Kakumeiki Valvrave, Hamatora juga mengangkat fenomena yang sangat dekat dengan keseharian kita, dimana peran jejaring sosial menajdi sangat besar sebagai media informasi, dan menjadi tempat dimana orang-orang bisa bersembunyi dari realita dan bersikap atau berkata-kata sesukanya tanpa diketahui identitas sebenarnya. 


Sayangnya, potensi cerita dan kelebihan-kelebihan tersebut disampaikan dengan cara yang menurut gw agak terlalu dipaksakan. Kasus-kasus yang harus ditangani oleh Nice, Murasaki, dan teman-temannya sebenarnya cukup kreatif dengan pesan moral yang berusaha disampaikan, tapi terkadang justru terlalu kreatif sampai-sampai cenderung konyol dan gagal menyampaikan pesan sebenarnya (there's a Minimum Holder whose power is a Seduction Minimum and could manipulate every men with the steam from his sweat..like, seriously??-___-"). Unsur komedi yang berusaha dimasukkan oleh Hamatora justru semakin lama cenderung membuat komedinya terasa dipaksakan, adegan-adegan komedi yang paling berhasil mungkin hanya pada awal-awal cerita, serta pada episode terakhir. Selain itu, adegan-adegan sadis pun semakin meningkat pada episode-episode akhir.

*Karakter
Para karakter dalam Hamatora memiliki keunikan tersendiri, dengan latar belakang serta karakter mereka cukup berhasil dieksplor dan dikembangkan sepanjang cerita, hanya saja, ada beberapa karakter yang gw rasa "kurang berfungsi", seperti Master dari Cafe Nowhere yang merupakan basecamp dari Hamatora (he's just standing there behind the bar and grinding coffee beans or wiping the glass all the time), dan ada juga maskot harimau entah dari mana yang sering muncul di berbagai tempat sepanjang cerita, tapi tak berfungsi apapun, sehingga cenderung mengganggu. O ia, hanya trivia, tapi kalau diperhatikan baik-baik, kita bisa menemukan satu karakter figuran pada 2 episode terakhir yang gw rasa merupakan parodi dari karakter Naruto :D.

- Nice (ナイス) : Pemuda easy going yang terlihat cuek dan santai, tapi sebenarnya cermat, penuh perhitungan, dan bila telah memutuskan sesuatu, dia akan berpegang teguh pada keputusan dan prinsipnya. Partner Murasaki dalam duo detektif Hamatora yang seringkali membuat Murasaki kesal dengan kelakuannya yang suka seenaknya dan menerima kasus -kasus yang menurutnya menarik meskipun bayarannya rendah. Nice adalah lulusan terbaik Facultas Academy dan memiliki Minimum yang memampukannya untuk bergerak dengan kecepatan suara setiap kali dia memasang headphonenya. Dihidupkan oleh Ryota Ohsaka, yang juga mengisi suara untuk Eijun Sawamura dalam Ace of Diamond dan Maou Sadao dalam Hataraku Maou-sama!, serta berperan sebagai Ryouta Murakami dalam Brynhildr in the Darkness pada Spring Season 2014 ini.

- Murasaki (ムラサキ) : Partner Nice yang lebih serius dan tenang dibanding Nice, dan mementingkan pemikiran yang rasional mengenai berbagai hal, termasuk dalam hal pemilihan kasus untuk diterima. Peringkat kedua sebagai lulusan terbaik Facultas Academy setelah Nice membuatnya memiliki hubungan friendship-rivalry yang unik dengan Nice, di satu sisi dia selalu mendampingi Nice dan mempercayainya, tapi di sisi lain dia juga berambisi untuk bisa mengalahkan Nice dan diakui olehnya suatu hari. Murasaki memiliki Minimum yang memampukannya untuk memperkeras tubuhnya dan meningkatkan kekuatan fisiknya bila dia melepas kacamatanya. Disuarakan oleh Wataru Hatano, yang juga mengisi suara untuk Gajeel Redfox dalam Fairy Tail series serta Lutz dalam Jormungand series.

- Art (アート) : Pemuda tenang dan lembut ini merupakan teman lama Nice dan Murasaki yang juga lulusan dari Facultas Academy meskipun tidak memiliki kekuatan Minimum, dan akhirnya menjadi detektif di Yokohama Police Department karena sense of justice nya yang tinggi. Sempat mengalami dilema ketika berhadapan dengan kasus Moral, karena Moral terus menekankan perbedaan dirinya dengan Nice dan menawarkan untuk memberikan kekuatan Minimum padanya agar dapat menjadi setara dengan Nice. Art dihidupkan oleh Hiroshi Kamiya, seiyuu yang juga mengisi suara untuk Yato dalam Noragami, Koyomi Araragi dalam Bakemonogatari, dan Takashi Natsume dalam Natsume Yuujinchou.

- Moral (モラル) : Mantan peneliti di Facultas Academy yang terobsesi dengan Nice dan menjadi serial killers yang sadis dengan target para Minimum Holders, kemudian mengambil ekstrak otak mereka untuk menciptakan Minimum Holders buatan dengan memberikan kekuatan Minimum pada orang-orang biasa demi mencapai keadaan yang dia anggap sebagai kesetaraan, dan untuk "menyelamatkan" Nice yang dianggapnya kesepian karena tidak memiliki lawan sepadan. Dia sendiri memiliki kekuatan Minimum yang membuatnya bisa merubah penampilannya menjadi orang lain. Disuarakan dengan sangat baik oleh Yuuki Ono, pengisi suara dari Taiga Kagami dalam Kuroko no Basuke, Kannagi dalam Arata Kangatari, dan Kyuuma Inazuka dalam Kakumeiki Valvrave.

*Seiyuu
Untuk seiyuu performance, Hamatora memiliki nilai tambah karena didukung oleh seiyuu-seiyuu terkenal mulai dari Ryota Ohsaka, Yuuki Ono, Jun Fukuyama, Eri Kitamura, Yuuichi Nakamura, sampai Hiroshi Kamiya, tapi special credit jatuh pada Yuuki Ono atas performancenya sebagai Moral, karena meskipun karakter Moral merupakan salah satu jenis karakter yang rasanya jarang diperankan oleh Yuuki Ono yang biasanya berperan sebagai pemuda atau remaja penuh semangat dan hot-headed seperti Taiga Kagami dalam Kuroko no Basuke dan Kyuuma Inazuka dalam Kakumeiki Valvrave, atau bahkan demon general yang kuat tapi konyol seperti Shirou Ashiya alias Alsiel dalam Hataraku Maou-sama!, dia berhasil membawakan karakter Moral yang sadis dan dingin dengan gaya bicaranya yang manipulatif dengan sangat baik.

*Animasi
Salah satu hal yang sangat gw sayangkan dan sejujurnya menurut gw mengecewakan dari Hamatora adalah animasinya. Sebagai anime yang mengangkat genre action-mystery-super power, studio NAZ menyajikan Hamatora dengan animasi dan artwork yang sangat pas-pas an atau bahkan kurang ("minimum", sesuai dengan tema super power yang diangkat..wkwk..), dan seringkali tidak konsisten. Satu-satunya keunikan dari animasi Hamatora hanyalah pada efek color-pop setiap kali para Minimum Holders menggunakan kekuatan Minimumnya. 


*Music Score
Music score dari Hamatora yang ditangani oleh Makoto Yoshimori yang juga menangani musik untuk Durarara!!, Natsume Yuujinchou series, dan anime movie Hotarubi no Mori e, secara overall cukup baik dalam membangun feel cerita, didukung oleh theme song performance yang keren dari Livetune ft. Yuuki Ozaki untuk opening, dan ending theme yang dinyanyikan oleh dari Wataru Hatano yang tak lain seiyuu dari Murasaki.

OP:
- "FLAT" by Livetune ft. Yuuki Ozaki (from Galileo Galilei) (Full MV version)

ED:
- "Hikari" by Wataru Hatano (Short MV version)

Overall, I can't even really decide whether to love or hate this anime, but I tend to say this anime is STANDARD. Jadi rasanya gak perlu ditanya lagi kenapa anime ini tidak masuk kedalam list Anime Action Terbaik yang Harus Ditonton. Cukup menghibur bagi penggemar genre action-mystery-super power karena plot twist dan cerita yang menarik, tapi bila melihat dari cara penyampaian cerita pada kasus-kasusnya, unsur komedi yang cenderung dipaksakan, serta animasi dan artwork yang kurang, gw lebih merekomendasikan judul-judul sejenis lainnya, seperti Psycho Pass atau Code: Breaker. Dengan ending super gantung pada episode terakhirnya, Hamatora telah dikonfirmasi akan dilanjutkan ke season berikut, dan disebut-sebut akan tayang pada Juli 2014.

(+) plot twist dan cerita menarik.
(-) animasi pas-pas an, penyampaian cerita dan unsur komedi yang cenderung dipaksakan.

Sunday, October 18, 2015

Review Acchi Kocchi

Ngelantur Sebentar:

Setelah nonton Phantom Requiem for the Phantom, salah satu Anime Action yang Bercerita tentang Pembunuh Bayaran, tiba-tiba pengen rehat nonton anime yang ceritanya ringan. Anime yang dipenuhi oleh karakter-karakter super moe.

Judulnya adalah あっちこっち; Acchi Kocchi. Kalo diterjemahin ke bahasa Indonesia, artinya adalah: Di sana-sini. Sebuah anime yang diadaptasi dari manga 4-koma dari judul yang sama, mulai tayang pada season yang sama dengan Hyouka tapi memiliki genre yang jauh berbeda. Kalo yang satu adalah anime tipikal serius tapi santai, maka Acchi Kocchi adalah...imut dan bikin meledak.

Uh-huh, meledak gara-gara cuteness yang luar biasa. (>__<) 


Sinopsis:

Berkisah seputar pasangan cowok-cewek SMA, Otonashi Io dan Miniwa Tsumiki. Nampak jelaaaaasss banget dari gelagat Tsumiki kalo dia suka sama Io, tapi sayangnya dia terlalu tsundere dan gak bisa ngomongin perasaannya secara jujur dan lugas. Io juga, sama sekali gak menyadari apa yang dirasain oleh Tsumiki. Tapiiii...sehari-harinya mereka berdua tetep deket. Banget!

Ditambah kelucuan, keanehan, keisengan, serta kegilaan tiga temennya: Haruno Hime, Katase Mayoi, dan Inui Sakaki; jadilah sebuah anime komedi romantis yang manis anget-anget. Menggemaskan hampir di setiap episodenya! (^o^)

Review:

Cuteness everywhere! Acchi de, kocchi de, kawaiimono da! (>__<) (>__<)!! Itulah satu hal yang ditonjolkan di anime ini, yaitu betapa menggemaskannya hubungan antara Tsumiki dan Io, yang seringkali diganggu dan di-tease oleh temen-temennya yang lain.

Segala macam kelakuan imut dan menggemaskan tidak akan muncul kalo karakter-karakter utamanya gak dirancang demikian. Kekuatan anime ini memang terletak di karakternya. Yep, character-driven.

Pertama, main heroine kita, Miniwa Tsumiki. Cewek berpostur kecil, tergolong keciiiillll untuk orang seusianya. Eits, tapi jangan salah. Meski loli dan merupakan target utama di anime ini untuk diekspos sisi imut-imutnya, tapi kekuatannya LUAR BIASA. Uh-huh, dia adalah tipikal loli perkasa yang tsundere, sangat mudah berubah kepribadiannya jika di depan orang yang disuka. Berhubung ini adalah anime komedi yang mengedepankan unsur cuteness, Tsumiki seringkali digambarkan memiliki atribut seekor kucing (maksud saya nekomimi, alias ada telinga kucing nongol di atas kepala) kalo sedang merespon sesuatu.

Gak cuma itu, kadang Tsumiki digambarkan dengan muka merah, kepala berasep *POOOF*, dan mimisan kalo kadar kegembiraannya udah gak terkontrol sebagai akibat kontak dengan Io. Nah, kalo dere-dere mode nya itu udah aktif, saya bener-bener heboh ngeliat kelakuan Tsumiki. Gemes. BANGET! (>__<) Pengen saya keluarin dari layar terus ngelus-elus Tsumiki sampe berasep... 


Tsundere detected! Berikutnya yaitu pujaan hati Tsumiki, Otonashi Io, seorang bishounen berkacamata yang gentleman (Io-sama, saya harus banyak belajar dari anda!). Punya karisma alamiah untuk menarik cewek-cewek dan kucing-kucing, sekaligus berbakat dalam berbagai macam hal (bahkan bisa maen game bergenre rhythm-matching dengan kepala nyungsep di bantal!). Gak cuma itu, dia juga ahlinya ngegombal dengan kata-kata yang bisa membuat Tsumiki mimisan dan berasep. Kadang nge-tease Tsumiki (secara nggak sadar), tapi juga beberapa kali jadi korban digigit loli yang satu itu. Dan saya menemukan kalo hal itu bener-bener...HNNNNGGGHH (>__<) Salah satu couple di anime dengan chemistry yang tinggi deh!

Satu lagi, saya bisa gemes seneng kalo ngeliat kelakuan dia sama Tsumiki, tapi bisa juga kesel. Cowok yang satu ini dense-nya udah amat sangat keterlaluan! Parahnya lagi, dia masiiiihhhh aja terus deket sama Tsumiki dengan sensornya yang insensitif itu. Entah beneran gak tau atau pura-pura blo'on, mari kita serahkan pada pembuat manganya.

Anime ini juga nggak bakalan rame kalo gak ada ketiga temennya itu.

Haruno Hime. Cewek yang cukup cute, tapi lemot dan rada blo'on. Korban teasing kedua paling sering setelah Tsumiki dan seringkali kena peluru nyasar gombalannya Io. Karakter cewek kedua di anime ini yang bisa mimisan, bahkan lebih sering dari Tsumiki.

Katase Mayoi. Tipikal mad scientist yang rada-rada freak, pake jaket laboratorium, punya banyak alat aneh, dan gak ketauan matanya kayak gimana karena selalu ketutup poni. Sering iseng dan jahil terhadap yang lain, terutama Tsumiki. Sifatnya itu sangat kompatibel sama karakter kita yang berikutnya.

Inui Sakaki, karakter cowok kedua di anime ini. Kompatibel banget sama Mayoi kalo udah urusan isengin orang. Punya kakak cewek (Miiko) yang merupakan seorang pemilik toko roti/kue yang bernama Hatch Potch. Dia, Io, dan Hime kerja di tempat tersebut.

Boleh saya katakan kalo Acchi Kocchi adalah sebuah anime yang murni character-driven, berfokus pada interaksi antar karakternya (yang kadang gemesin), khususnya tarik ulur antara Tsumiki-Io. Satu hal yang bikin puas, kontak di antara mereka nggak pernah sedikitpun membosankan buat saya. Bahkan saya yang seringkali mementingkan plot dan development pun takluk terhadap betapa gemesin dan angetnya anime ini sampe tamat! Walaupun tema utamanya tetep cuteness, tapi terus diolah secara kreatif per episode dengan memanfaatkan karakter-karakternya dengan sangat baik. Selalu D'AWWWWW~ (>__<)

Sekarang, artwork. Kalo anda suka desain karakter yang lucu dan sesekali dibikin chibi/deformed, maka anda tidak akan menemui masalah. Yep, termasuk saya. (≧∀≦) Masalah pewarnaannya, buat saya udah cocok untuk anime dengan tipe seperti ini. Bright and colorful.

Ada lagi hal kecil dalam masalah visual yang saya suka meski beberapa orang mungkin mengabaikannya. Apa itu? Yap, frame transisi antar scene. Simpel, unik, dan artistik. Contohnya yang kayak gini: 


Musik...meski gak ada satupun baik opening maupun ending theme yang menguasai playlist saya, tapi harus saya akui kalo dua-duanya itu cukup enak di telinga. Diciptakan seimut dan selucu mungkin!

Sempurna? Tentu tidak.

Pertama, beberapa kalimat jokes (punchline) yang garing buat saya. Entah saya yang dodol atau emang gak lucu beneran, yang jelas saya nggak ketawa di beberapa dialog meski saya tahu kalo maksudnya adalah untuk ngelucu. Slapstick-nya jauh lebih konyol dan bikin ngakak.

Kedua, gak ada konklusi. Well, saya bisa memaklumi, karena anime ini adalah adaptasi dari manga 4-koma/4-panel serta fokusnya adalah lawakan dan interaksi karakter yang menggemaskan. Tapi...saya jadi merasa butuh season 2 supaya tau gimana proses Io sama Tsumiki jadian, huh! (>__<)

Ketiga, bisa dikatakan kalo anime ini gak punya plot. Saya nggak mendapatinya sebagai kekurangan, karena saya udah ngerti kalo anime ini adalah character-driven, bukan plot-driven (iya lah, namanya juga komedi romantis slice of life). Tapi saya cuma mau kasih tau, buat anda yang kurang suka sesuatu tanpa alur cerita, mungkin anime ini bukan untuk anda. 


--------------------

Rating:

8.7/10 (B+ rank) buat anime ini untuk cuteness, heartwarming aura, permainan antar karakter, dan juga untuk Tsumiki x Io nya. Amat sangat cocok sebagai pelepas stress (setelah sekolah, kuliah, kerja). Dijamin langsung ilang deh segala macem depresi! d(≧∀≦)

Sangat direkomendasikan untuk para penonton yang suka segala sesuatu yang imut dan anget, dibungkus dalam paket komedi romantis slice of life yang slow-paced.

Friday, October 16, 2015

Review Kyoukai no Kanata

Ngelantur Sebentar:

Fuyukai desu! Eh... maaf... (anyway, fuyukai desu itu artinya "how unpleasant" alias "nyebelin!" lah kalo kasarnya dalam bahasa Indonesia)

境界の彼方, Kyoukai no Kanata. Jika diterjemahkan, maka artinya adalah "Di Luar/Di Balik Batas". Beyond the Boundary. Judul udah sangat sesuai karena merupakan elemen sentral dalam cerita.

Nah, setelah perjuangan panjang sekitar 3 bulan berlalu, akhirnya 12 episode selesai ditayangkan. Berhubung segala alasan udah saya beritahu di first impression, maka nggak perlu banyak pengantar lagi. Langsung ke review! 


Sinopsis:

Kanbara Akihito, seorang cowok SMA kelas 2, mendadak melihat pemandangan aneh saat pulang sekolah. Seorang cewek kelihatan mau terjun dari atap sekolah!

Tanpa basa-basi, diapun segera menuju TKP. Dengan teknik menggombal tingkat tinggi, maka cewek itu, Kuriyama Mirai, bukannya melompat terjun... malah berbalik nyamperin Akihito! Dan... JLEB! Akihito ditusuk seketika dengan pedang yang diciptakan Mirai dari tetesan darahnya. Dan tentu saja Akihito nggak mati saat itu juga atau anime ini nggak akan bisa menjadi 12 episode!

Sejak hari itu, dimulailah aksi duet makhluk setengah-orang-setengah-youmu yang nggak bisa mati (Akihito) dan spirit hunter berkemampuan langka (Mirai) dalam membasmi para youmu berbahaya.

NB: UTW fansub translation, youmu => dreamshade

Senpai, fuyukai desu.

Review:

FUYUKAI DESU! #eh

Maaf, keterusan XD~

Seperti yang sudah saya katakan di first impression, saya menuliskan rasa rindu saya akan action scene ala KyoAni sejak Full Metal Panic! Second Raid beberapa tahun lalu. Dan...

SENPAAAAII...!!! FUYUKAI DEEEEESSSSU...!!!!!
...saya tidak kecewa dengan action-nya!


Yes, ini poin kuat Kyoukai no Kanata yang pertama.

Dari episode 1 hingga 12, saya disuguhkan permainan visual yang indah ketika karakter-karakternya beradu kekuatan. Efek-efeknya dashyat dan detail gerakannya bener-bener WUAAAAHHHH. Sewaktu Mirai melompat ke sana ke mari, tetesan darahnya yang berubah jadi pedang, pola permukaan barrier yang dibentuk anggota klan Nase, Akihito waktu berserk, tebasan-tebasan indah dari Izumi nee-sama, dan kegilaan yang terjadi di akhir... semuanya bikin saya mau TE. RI. AK. Jebret abis deh pokoknya! Berbekal pengalaman dan teknologi animasi yang makin maju, membuat animasi pertarungan seperti yang ada di sini mungkin hanyalah hal sepele buat KyoAni. Makanya buanyaak banget orang yang bisa kalo Kyoukai no Kanata ini adalah salah satu Anime Action Moe Terbaik di Tahun 2013.

Se.N.Pa.I. Fu.Yu.Ka.I. Desu.
Apalagi?

K.O.N.S.E.P. Poin kedua, beberapa konsep dalam cerita.

Ada 2 yang saya suka di sini.

Pertama, yang saya dapati unik adalah trait MMORPG (nggak tau kepanjangannya? makanya main game! :P) yang digunakan untuk sistem pembasmian youmu. Berhasil bunuh satu, core nya jadi item drop, kemudian bisa dijual. Ada tingkat rarity-nya juga pula. Makin langka, makin mahal core-nya. Dan ini jadi plot device yang bagus! Di sini, perkara core suatu youmu mampu membangun beberapa hal menjadi lebih solid.

Kedua, *lagi-lagi* seperti yang sudah saya katakan di first impression, yaitu kekuatannya Akihito dan Mirai. Si penulis (ingat, anime ini hasil adaptasi light novel) berhasil menciptakan kompatibilitas yang cukup baik untuk kekuatan mereka berdua. Buat saya, jenis kekuatan keduanya memang tidak terlalu "wah" (saya pernah bayangin tipe-tipe kekuatan yg lebih gila, misal: manipulasi definisi atau kausalitas --- berpotensi menghancurkan alam semesta dengan sekali klik), tetapi cukup berhasil diolah dalam 12 episode untuk menceritakan keterkaitan erat antar 2 jenis kekuatan yang berbeda. 


Senpai, I'm serious. Fuyukai. Desu.
Ketiga!

Ini adalah hal yang amat sangat tidak saya duga. Satu poin penting dalam Kyoukai no Kanata yang berhasil membuat idealisme saya mengenai sebuah anime yang baik bersalto 720 derajat.

Apakah itu?

Filler episode! Baca keras-keras: FILLER EPISODE!

Selama ini saya selalu merendahkan episode-episode pengisi nggak jelas yang nggak punya keterkaitan penting dengan plot utama. Tapi semuanya berubah ketika EPISODE 6 MENYERANG! Betul, episode 6 Kyoukai no Kanata adalah salah satu episode filler TERBAIK yang pernah saya tonton! 

Bukan masalah plot, bukan masalah animasi, tetapi emosi yang bergolak di dalam episode tersebut. Tetap memiliki alur yang sangat sederhana (namanya juga filler) , dengan plot device yang juga simpel.

Di awal episode, saya disuguhkan komedi-komedi (dengan timing yang amat sangat tepat) yang nggak bisa dibantah lagi kekonyolannya. Menuju tengah-tengah, suasananya agak berubah, mulai serius. Yang saya maksud serius bukan ada acara gebuk-gebukan youmu tingkat sinting, tapi karena...

Minnaaa...!! Ichi! Ni! San! FUYUKAI DESU!
...yes, dat idol scene.

Entah apa yang ada di pikiran para staff KyoAni (khususnya director sama series composition), tapi memasukkan scene-scene flashback ketika nyanyi adalah amat sangat G.L.O.R.I.O.U.S. Semua karakternya seperti mengerahkan segenap jiwa dan raga HANYA demi membasmi sebuah youmu yang... silakan ditonton sendiri XD~ Jika disimpulkan, apa yang membuat episode ini begitu berkesan adalah penggambaran emosi ketika semuanya berusaha TERLALU niat untuk hal yang TERLALU simpel. Overkill desu!

But seriously, saya tepuk tangan setelah seluruh episode 6 berakhir! Kejadian langka ini hanya pernah saya lakukan beberapa kali, khusus pada scene-scene tertentu di sedikit anime (kadang plus nangis-nangis). Sebut saja ARIA series (banyak), Clannad (banyak), Madoka Magica (ep 11), Chuu2Koi (beberapa di awal, beberapa di akhir), Sakurasou (ep 23)...

Apa artinya? Episode tersebut berhasil mendesak masuk ke jajaran episode terbaik sepanjang saya jadi otaku! Hebatnya lagi, statusnya cuma sebuah filler!

Lanjut ke musiknya!

Opening theme, check. Udah jadi bahan nyanyian saya sehari-hari setelah Birth-nya KamiNai. Kodoku ga hoho wo... nurasu, nurasu kedo~

Tapi nggak saya sangka-sangka, lama-lama saya juga suka ending theme-nya! Daisy yang dibawakan STEREO DIVE FOUNDATION berhasil menduduki playlist saya. Perlu anda semua ketahui, saya jarang (banget) menyukai lagu-lagu yang dibawakan vokalis cowok. Artinya, ending theme anime ini adalah pengecualian. Satu rekor lagi dari Kyoukai no Kanata!

Senpai... fuyukai... desu...

Karena ini bukan anime sempurna, sekarang saya ke kekurangan.

Pertama, karakter. Fine, Mirai dengan tagline "fuyukai desu"nya sukses membuat saya selingkuh dari Takanashi Rikka kepincut dan jatuh hati. Postur petite non-loli ditambah gestur moe serta kacamata frame tebal bikin saya nyaris pingsan. Apalagi Mirai diceritakan secara ngenes dan susah melulu. Saya pribadi kasian banget, serius. (T__T)

TAPI sisanya!

Sorry to say, saya kurang terkesan. Akihito terlalu pervert untuk jadi karakter utama (saya lebih seneng sejenis Oreki Houtarou-nya Hyouka kalo protagonis cowok). Hiro'omi meski ganteng tapi pendeklarasian kecenderungan incest-nya terlalu diumbar. Mitsuki tidak terlalu menonjol perannya untuk 'menggebrak' plot padahal sangat berpotensi untuk itu. Sakura punya development seperti 'membalik telapak tangan' (kegampangan + kecepetan berubahnya!). Ai... useless di setengah akhir. Segalanya cuma ping-pong antara Izumi nee-sama dan Fujima Miroku a.k.a. si representatif Spirit Hunter Association sebagai dua mastermind.

Kedua, plothole. Ibarat jalanan sering mandi hujan tapi nggak pernah diurus dan ditambal. Lubangnya BANYAK, entah tentang masa lalu karakter-karakternya atau alasan-alasan penggerak plot, sehingga nggak mungkin saya kasih tau satu-satu. Seandainya lebih detail, sebenernya ini bisa jadi anime kelas atas karena straight plot-nya sudah menjadi rangka yang baik.

Nah, khusus yang ini saya nggak bisa menyalahkan staff KyoAni sepenuhnya. Mungkin di LN-nya bisa jadi demikian (saya belum cek LN-nya sampe tuntas). Tapi... menurut saya, penulis LN-nya juga nggak bisa disalahkan, karena bisa jadi dia memang nggak berniat untuk menulis cerita super detail. Mungkin (mungkin!) dia menulis lebih ke arah penceritaan relationship, greget emosi, dan/atau keindahan berbahasa (kayak... *UHUK* *Sword Art Online* *UHUK*). 


Ketiga, ending. Ressurection mendadak tanpa ada reasoning dan tanda-tanda khusus! Hal tersebut seolah-olah dilakukan untuk 'memaksa' cerita menjadi happy ending (seperti kata monolog Akihito di ending tersebut) tanpa memperhatikan kelogisan plot. Keberadaan scene tersebut seperti seseorang yang menjungkirbalikkan sebuah meja yang dipenuhi makanan-makanan lezat di atasnya. Seluruh cerita menjadi mubazir! Saya yakin 1000% alasannya ada dalam LN, namun tidak cukup untuk diceritakan dalam anime.

Keempat... ya episode 6 itu. Secara individual content, episode tersebut memang merupakan salah satu episode anime terbaik yang pernah saya tonton. Sayangnyaaa... itu seperti pedang bermata dua. Jika saya melihat secara keseluruhan (dari 1-12), episode filler tersebut malah merusak komposisi plot. Dibilang berfungsi memperjelas plot ya nggak... dibilang memperdalam development juga nggak. Bayangkan jika episode tersebut dihilangkan. Akan ada ruang 1 episode lagi untuk 'menambal' segala plothole yang ada, sehingga sebagian besar (atau malah semua) pertanyaan yang ada bener-bener terjawab. Dan skor dari saya untuk Kyoukai no Kanata mungkin akan jauh lebih tinggi!

Senpai... fuyukai... janai desu....

---------------

7.7/10 (B rank) untuk Kyoukai no Kanata karena plot yang tidak bercabang ke mana-mana, animasinya yang aduhai, konsep-konsep unik, opening + ending theme yang asik, kedahsyatan episode filler-nya, dan... karena fuyukai desu.

Sangat direkomendasikan bagi para penikmat anime action yang mementingkan artwork, plus bumbu unsur-unsur moe ala Kyoto Animation.

NB: Kalau di suatu tempat anda menemukan saya memberi nilai lebih tinggi, itu dikarenakan saya masih terbuai dengan visual episode 12-nya dan belum mempertimbangkan matang-matang keseluruhan anime dari awal hingga akhir. Hanya di review inilah saya sudah melakukan penilaian lebih dalam.

***

Tuesday, October 13, 2015

Review Isshuukan Friends

Yap masih sama seperti kemarin-kemarin, kali ini saya mau review salah satu dari Kumpulan Anime Romance. Judulnya adalah Isshuukan Friends atau kalo dalem bahasa inggris One Week Friends atau kalo dalem bahasa indonesia jadi Temen Satu Minggu.

Sinopsis:

"Aku mau jadi temen kamu!"

Satu kalimat, hanya satu kalimat.

Membutuhkan segenap keberanian bagi Hase Yuuki untuk mengungkapkan.

Bagi satu pribadi, si gadis penyendiri, Fujimiya Kaori.

Sayang, respon Kaori tak sesuai angan dan harapan.

Penolakan.

"Aku... nggak bisa. Ingatanku dalam seminggu bakal hilang minggu depan..."

Tuturnya semerbak di telinga, namun sesak di dada.

Menyerah? Bukan Hase Yuuki namanya jika mudah pasrah.

Dengan keinginan baja, Yuuki terus berusaha.

Minggu demi minggu, tanpa jemu, hanya untuk satu.

Menjadi teman bagi Kaori, agar tak lagi sendiri. 


Review:

Gimana? Udah maknyep nyess duar jebret? (apaan dah XD) Sebenernya saya sengaja nulis sinopsis seperti itu, karena memang demikian gelombang yang ditransmisikan anime ini. Anget, bikin saya nyaris selalu tersenyum, tapi... ada sesuatu yang lain.

Ini dia hal "yang lain" tersebut. Poin nendang pertama! Emotional flow!

Sujud sembah buat salah satu mangaka favorit saya, Hazuki Matcha (padahal baru bikin dua manga... wkakakakak XD), yang sukses membuat percampuran yang baik antara warmth and uneasiness! Suasana yang digambarkan memang terasa hangat, tapi plot device yang ada tampil membawa kegalauan.

Anda suka sama seseorang, tapi merasa kalo orang itu nggak bisa jadi cowok/cewek Anda. Maka Anda memilih menjadikannya teman, namun terus deket sama orang itu lebih dari sekedar teman, dan karena itulah Anda jadi tahu segala rahasia tentang orang itu. Ironisnya, kedekatan tersebut nggak mungkin terwujud kalo Anda membangun hubungan romantis dengan orang itu, dikarenakan rahasia yang disimpannya. Damn... ini sukses bikin otak sama hati saya berantem. Dan jarang-jarang saya menikmati keduanya berselisih, biasanya harus milih salah satu. GAAAAAHHHH!!! Mau teriak, mau marah, tapi saya juga bahagia total!! GIMANA INI ~!@#$%^&*()_+ 


Poin nendang kedua! Artwork!

I. DAMN. LOVE. THE. ARTWORK!

Setelah Usagi Drop, saya belum pernah lagi menonton anime dengan pewarnaan watercolour style seperti Isshuukan Friends. Ini adalah faktor pertama dari mana aura hangat itu berasal. Penggunaan warna yang nggak kelewat kontras seperti ini memang bisa memberikan suasana tersebut hanya dalam beberapa detik setelah masuk melalui organ optik Anda.

Apalagi?

Jelas desain karakternya! Dan ini adalah faktor utama yang bikin saya cinta mati sama artwork pada manga karya Hazuki Matcha. Sejak baca manga pertamanya, Kimi to Kami Hikouki to, dalam sekejap saya langsung doyan. Begitu tau dia ngeluarin manga keduanya alias Isshuukan Friends ini, wah... udah deh, langsung diembattt...! Hebatnya, aura dari artwork di anime nggak berbeda terlampau jauh dengan di manga. Sukses bertahan! d(≧∀≦)

FYI, saya juga seneng sama desain yang cute non-mainstream moe begini. Kalo Anda nggak demen, itu murni masalah selera. 

Poin nendang ketiga! Sound!

Meski belum pernah mengisi suara karakter utama sebelumnya, tetapi bisa saya katakan Amamiya Sora (seiyuu Fujimiya Kaori) sudah berhasil 100%. Murni cute tanpa kesan dipaksain, clear tone, dengan soft personality itu... duh, dahsyat luar biasa! Satu lagi, warna suaranya begitu pas disandingkan dengan seiyuu veteran Nakahara Mai (pengisi suara ibunya Kaori). Bener-bener terasa kayak ibu dan anak! Dan Anda pasti akan kaget kalo tau role karakter utama berikutnya dari Amamiya Sora adalah seorang penumpah darah.

Bukan cuma itu, kumpulan soundtrack-nya juga menggigit! Opening theme-nya, Niji no Kakera yang dinyanyikan Kon Natsumi sukses menjadi lagu yang wajib saya putar setiap hari. Amamiya Sora kebagian untuk menyanyikan ending theme-nya, Kanade, yang terdengar merdu-merdu nyep nyess (halah). FYI, Kanade sebenernya adalah arrange ulang dari lagu berjudul sama yang dirilis tahun 2004 oleh Sukima Switch.

Masih ada lagi! Apakah itu?

Yup, BGM! Saya suka banget sama beberapa BGMnya ketika menjadi latar suara adegan-adegan tertentu. Sewaktu adegan yang dramatis, yang fluffy, yang... pokoknya banyak deh! Tapi yang paling nonjok tetep Niji no Kakera versi instrumental yang diselipkan di episode paling MAKHNNNGGHH di sepanjang anime.

Poin nendang keempat! No ecchi!

Setelah Mikakunin de Shinkoukei di Winter 2013, musim Spring 2014 juga sukses membuktikan bahwa romance dalam anime tidak selamanya harus mesum. Mengingat anime ini adalah romance berkedok friendzone yang disengaja beraura unyu-galau dan author-nya adalah seorang perempuan (yup, Hazuki Matcha is a woman!), maka warna ecchi dalam cerita demi hasrat kejantanan semata adalah haram hukumnya. Bahkan kalian (kalo cowok) bisa juga mencoba menawarkan anime ini bagi temen cewek non-otaku yang suka cerita drama agak slow (buat modus juga silakan XD). Aman! 


Poin nendang kelima dan yang terakhir! Development!

Ini nendang luar biasa. Kalo untuk Fujimiya Kaori sama Hase Yuuki, jelas banget punya development yang naik perlahan dan jebret pada waktunya. Dari cewek amnesia mingguan yang tertutup dan nggak punya siapa-siapa, Kaori menjadi jauh lebih terbuka karena kegigihan Yuuki. Segala event yang terjadi di anime juga nyaris nggak ada yang nggak berguna untuk membangun development karakter. Dan hal itu nggak diceritakan secara grusak-grusuk! Buat saya yang bisa menerima alur lambat (berhubung cocok sama genre), development yang disuguhkan sangat berkelas.

Cuma mereka? NO!

Kiryuu Shougo dan Yamagishi Saki pun punya jatah untuk diceritakan! Ini yang saya seneng, karena side character pun diberi ruang berkembang. Memang keduanya diceritakan dalam kadar yang nggak sebanyak dua karakter utama. Walaupun demikian, hubungan keduanya tetap mengarah pada sesuatu yang mencengkram kuat dan HNNNNGGGHHHHH (≧∀≦)

Sayang seribu sayang, masih ada yang kurang.

Pertama, konflik utama. Kecepatannya berbanding terbalik dengan development! Jika segala sesuatunya dibangun dalam 9 episode, maka konflik utama PLUS penyelesaian terjadi hanya dalam 3 episode. Yang saya maksud "konflik utama" adalah dimana kedua karakter utama menghadapi "ancaman eksternal" dengan development terbalik (segala yang udah dibangun hancur seketika gitu). Idealnya, konflik utama ini diceritakan dalam 4-5 episode. IMO, saya menganggap yang ada di awal-awal itu sebagai konflik sampingan karena terjadi secara internal dan development keduanya bukannya melangkah mundur, tetapi maju.

Kedua, resolusi. Dan ini fatal! 12 episode terbuang sia-sia untuk resolusi yang memutar plot kembali ke episode 1. Memang betul yang namanya resolusi harus menyelesaikan permasalahan awal, tetapi bukan berarti tidak ada kemajuan sama sekali, kan? Well... sesuai judul sih, tapi... ya gitu deh, Saya nggak mau ngomong banyak-banyak di sini, ntar nggak seru lagi... XP~ 


Rating:

9.0/10 (A rank) buat Isshuukan Friends. (pake titik!) untuk development dan emotional flow-nya, artwork, dan juga segala sesuatu yang berhubungan dengan suara. Dan juga karena tergolong bersih dari yang anu-anu!

Direkomendasikan untuk para pecinta anime beralur lambat, tanpa urat, dan serba hangat.